Zidane Tidak Berkutik, Perjalanan Navas di Madrid Akan Segera Berakhir

Keylor Navas

 

Perjalanan dari Keylor Navas di Real Madrid bakal tamat pada akhir musim ini. Pihak klub dikabarkan telah mengambil keputusan tanpa bisa dibantah oleh entrenador Madrid, Zinedine Zidane.

Laporan awal datang dari Jugones, saah satu presenter televisi di La Sexta, yang sudah dikonfirmasi oleh Marca. Zidane pun disebut sudah menyampaikan kepada Navas mengenai hal ini di akhir pekan yang lalu.

Kiper internasional Kosta Rika itu diklaim amat sedih. Navas masih amat yakin bisa bersaing dengan Thibaut Courtois untuk menjadi kiper utama Madrid.

Navas mulai kehilangan tempat di tim inti usai kepergian Zidane. Kiper berusia 32 tahun itu menjadi pilihan utama lagi saat Zidane kembali, akan tetapi Navas tidak lagi bermain di 3 pertandingan terakhir El Real.

Entrenador asal Prancis itu mengatakan jika tak ada yang dapat dilakukannya mengenai situasi ini. Dewan klub telah membuat keputusan. Madrid sudah memilih untuk mempercayai Courtois, jadi Navas mesti meninggalkan Santiago Bernabeu.

Artinya, laga di akhir pekan nanti melawan Real Betis bakal menjadi pertandingan terakhir Navas bersama Madrid. Betis adalah lawan yang sama ketika Navas berada di depan pintu keluar di bulan Agustus 2015, saat Madrid berupaya untuk menggaet David De Gea dari Manchester United.

Di awal April, Navas mengatakan jika dirinya bisa pergi dari Madrid kalau Zidane yang meminta. Dengan gosip yang beredar, besar kemungkinan hal itu akan terjadi.

“Jika pelatih mengatakan saya mesti pergi, maka itulah yang bakal saya lakukan. Namun saya masih memiliki kontrak dan kini saya masih pemain Real Madrid” kata Navas.

“Saya selalu mencoba memberikan yang terbaik dan meyakinkan pelatih jika saya semestinya bermain. Saya mempunyai kontrak dan saya tetap mau berada disini, akan tetapi kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti” tambah kiper kelahiran Perez Zeledon, 15 Desember 1986 itu.

Navas merupakan salah satu kiper yang meraih sukses bersama Madrid. Navas mempunyai andil besar di dalam keberhasilan Madrid memenangkan Liga Champions 3 kali secara beruntun.