Tottenham Menang 3-1 Atas Leicester

Davinson Sanchez

Tottenham Hotspur meraih poin penuh dari pertandingan ketat melawan Leicester City. Tottenham menang dengan skor 3-1 berkat gol-gol dari Davinson Sanchez, Christian Eriksen dan Son Heung-Min.

Menjamu Leicester di Wembley Stadium pada hari Minggu (10/2/2019) malam WIB, Tottenham menghadapi perlawanan yang ketat. Sedikit dominan di dalam penguasaan bola dimana perbandingannya 53% berbanding 47%, tapi Tottenham lebih banyak terancam.

Tottenham mempunyai 12 tembakan dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu Leicester memiliki 20 percobaan dimana 9 di antaranya mengaah ke sasaran. Namun itu membuktikan Tottenham lebih efektif.

Sanchez membawa tim tuan rumah memimpin pada babak pertama, tepatnya di menit ke-33. Leicester kemudian bereaksi pada paruh kedua.

Akan tetapi kesempatan besar lewat penalti Jamie Vardy dan Harvey Barnes digagalkan oleh Hugo Lloris. Tottenham justru mampu menggandakan keunggulannya melalui Eriksen.

Vardy membayar kesalahannya lewat gol di menit ke-74, tapi Tottenham mengunci kemenangan lewat gol Son pada menit ke-91.

Kemenangan ini tetap membuat The Lilywhites berada di posisi 3 dengan nilai 60 poin dan terus menekan Liverpool (65 poin) serta Manchester City (62 poin). Sementara itu The Foxes berada di urutan 12 dengan nilai 32 poin.

Jalannya Laga

Tottenham langsung memperoleh kesempatan di menit ke-3 lewat sepakan Kieran Trippier. Namun tembakan Trippier masih bisa diblok.

Berselang 5 menit, Harry Maguire yang membuat peluang untuk Leicester. Akan tetapi sundulan kepala Maguire memanfaatkan sepak pojok James Maddison masih bisa ditepis Lloris.

Sementara itu Son juga berulang kali menciptakan peluang buat Tottenham. Cuma beberapa tendangan Son belum ada yang mengarah ke gawang Kasper Schmeichel.

Tottenham kemudian memecah kebuntuannya pada menit ke-33. Bermula dari umpan sepakan bebas Eriksen, Sanchez bisa menyundul bola masuk ke dalam gawang Leicester. Babak pertama pun tuntas dengan skor 1-0 untuk keunggulan Tottenham.

Di babak kedua, tim tamu meningkatkan intensitas serangannya. Peluang emas tercipta di menit ke-60 saat Leicester mendapatkan hadiah penalti dari wasit Michael Oliver karena Maddison dijatuhkan oleh Jan Vertonghen di dalam kotak terlarang. Tapi Vardy yang baru dimasukkan menggantikan Demarai Gray gagal menceploskan bola ke dalam gawang karena tembakannya bisa dibaca dan ditepis Lloris.

Momentum ini pun dimanfaatkan dengan baik oleh Tottenham. Di menit ke-63, Eriksen berhasil menciptakan gol indah melalui tendangan keras dari depan kotak penalti yang masuk ke sudut kanan kiri gawang Schmeichel. 2-0 untuk Tottenham.

Barnes memperoleh sebuah kesempatan emas semenit usai gol Eriksen. Sudah tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Lloris, sepakan Barnes bisa ditepis kapten Tottenham itu.

Pertandingan sempat makin panas saat Leicester akhirnya mampu memperkecil skor menjadi 1-2 di menit ke-75. Umpan mendatar Ricardo Pereira dari sebelah kanan berhasil disontek Vardy di depan gawang dan menjadi gol.

Leicester pun terus menyerang pertahanan Tottenham usai gol Vardy itu. Hasrat untuk menyamakan skor amat besar. Di menit ke-81, Vardy hampir mencetak gol kalau tendangan volinya tidak melambung. Semenit kemudian tembakan Kelechi Iheanacho masih sedikit melenceng dari gawang Lloris.

Akan tetapi di menit ke-90, Son berhasil memastikan kemenangan Tottenham. Melalui serangan balik, Son berlari seorang diri saat semua pemain Leicester sedang berada di wilayah Tottenham. Son dengan dingin menaklukkan Schmeichel lewat sepakan kaki kirinya. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-1.