SBOBET Phone – Ferguson Dukung Anti-Rasisme

SBOBET Phone – ‘Kick It out‘ merupakan sebuah organisasi yang telah dibentuk dari tahun 1993 yang bertujuan menigkatkan Anti-Diskriminasi dalam dunia sepak bola. Hal ini menjadi serius karena telah banyaknya kasus rasisme dalam Premier League yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Maka dari itu, pihak FIFA memutuskan agar, di setiap seragam para klub akan mengenakan kaos bertulisan “Kick It Out” sebelum melakukan pertandingan di lapangan hijau. Namun ternyata ada pemain yang menolak untuk mengenakan kaos bertuliskan “Kick It Out” itu.

Dia adalah Jason Roberts. Striker dari Reading itu menolak untuk mengenakan kaos tersebut. Berkar sikapnya itu, dia pun mendapatkan kecaman yang keras dari banyak pihak terkait hal itu. Terutama oleh manajer dari Manhester United, Sir Alex Ferguson. Apalagi dalam akhir pekan ini, Reading akan bertandang ke Old Trafford guna melakukan pertandingan lanjutan mereka. Dan Ferguson tidak ingin adanya sikap dari Roberts yang akan membuatnya naik darah hanya karena tidak ingin mengenakan kaos tersebut.

Dilaporkan langsung oleh SBOBET Phone pada hari Sabtu, 20 Oktober 2012, bahwa Roberts enggan memakaikan kaos tersebut karena dinilainnya bahwa dalam kasus Anti-Rasisme sudah lah sangat tidak berguna lagi. Diyakininya organisasi tersebut telah gagal dalam melakukan pekerjaan tersebut, sehingga bermuculan kasus-kasus tentang sikap rasisme lagi. Dan dikatakan juga hal ini akan terus terulang lagi dalam dunia sepak bola.

Namun bagi, Ferguson dia tetap berprinsip agar hal seperti ini bisa dituntaskan secepat mungkin tanpa ada halangan yang berlanjutan. Dan salah satunya adalah dengan memakaikan kaos bertulisan “Kick It Out” itu.

“Saya sendiri sangat mempunyai keinginan dalam memberantaskan aksi rasisme yang terjadi selama ini. Hal ini dikarenakan saya ingin membuat dunia sepak bola ini menjadi permainan yang seru dan damai. Tanpa ada rasa dendam dan sikap rasisme yang selalu mengundang amarah dan kasus yang tidak diinginkan,” ungkap Ferguson.

“Jelas saya sangat kecewa sekali jika ada pemain yang menolak untuk mendukung gerakan Anti-Rasisme ini. Hanya mengenakan pakaian bertuliskan kata-kata ‘Keluarkan Rasisme Dari Lapangan‘ apakah sangat sulit dilakukan? Ini jelas adalah upaya dari banyak pihak untuk bisa menciptakan permainan yang damai dan bersahabat. Semua orang yang bermain sepak bola dan yang menyukainya, adalah bagian dari keluarga besar,” tutup pria berusia 70 tahun itu.

 

Post By : Areabola