Roma harus menggigit di hadapan madrid

AS Roma

Penampilan angin-anginan AS Roma disebut sang pelatih karena para pemain kurang determinasi. Eusebio Di Francesco berharap Roma garang saat lawan Real Madrid. Roma menuju laga kontra Madrid di Olimpico, Rabu (28/11/2018) dinihari WIB usai kalah dari Udinese. Dalam laga pekan ke-13 di Serie A, Sabtu (24/11) kemarin itu, Giallorossi kalah 0-1. Dari 13 pekan sejauh ini, Roma baru lima kali menang dan empat kali berimbang.

Empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Anak-anak ibukota pun tercecer di posisi tujuh dengan 19 poin. Di Francesco menyebut masalah timnya adalah masalah mentalitas. Para pemain kerap kalah determinasi dari lawan. “Yang kurang adalah determinasi. Itu sesuatu yang sering dituliskan, tapi bukan sesuatu yang bisa dibeli di supermarket. Itu soal hasrat untuk memenangi laga, dengan level keberingasan yang tepat, di mana Anda bermain dengan cara pas secara ofensif dan defensif,” ungkap Di Francesco.

“kami bersiap untuk sebuah laga yang saya anggap sebagai yang terpenting, jadi kekalahan itu sungguh bikin saya kesal. Kami kurang yakin dengan apa yang kami lakukan, kami perlu bermain dengan lebih beringas. Kami sedang bekerja keras dengan para pemain dan kami ingin menggunakan laga penting ini untuk membuktikan bahwa kami bukanlah seperti yang di udinese,” imbuhnya.

Eusebio di Francesco dikabarkan di ambang pemecatan. Hasil dua pertandingan di depan akan menentukan nasib di Francisco. Giallorossi Cuma lima kali meneng dan sudah empat kali kalah dalam 13 pertandingan pertama liga italia. Alhasil, roma terlempar di peringkat ketujuh klasemen dengan selisih empat poin dari Lazio di urutan empat, dan 18 poin dari juventus di posisi teratas.

Sport Mediaset melaporkan bahwa Di Francesco tidak akan diberi banyak waktu lagi. Pelatih berusia 49 tahun itu mempertaruhkan kariernya di pertandingan melawan Real Madrid dan Inter Milan. Roma sesungguhnya tidak ingin mengganti pelatih di fase musim seperti ini. Namun, Il Lupi sadar bahwa tim butuh segera membalikkan situasi dan kekecewaan yang sempat diutarakan Justin Kluivert dan Cengiz Under usai kekalahan di markas Udinese, akhir pekan lalu.