Real Madrid Pantau Teliti Kelemahan PSG

Zidane

Real Madrid sudah mengetahui apa sajakah kekurangan PSG yang juga akan mereka hadapi pada sesi 16 besar Liga Champions. Satu masalah Neymar, satu sekali lagi masalah penjaga gawangnya. Real Madrid juga akan memutar berkali-kali siaran kekalahan Paris Saint-Germain dari tim tempat ke-2 di Ligue 1, Olympique Lyon, akhir minggu tempo hari. Itu adalah kekalahan pertama PSG musim ini. Walau Neymar tidak bermain pada pertandingan itu, kekalahan itu memerlihatkan beberapa titik lemah yang dapat digunakan Zinedine Zidane waktu mereka berjumpa di arena Liga Champions.

Cuma ada kurang dari 25 hari mulai sejak saat ini hingga ke-2 tim head-to-head di arena pertandingan Eropa serta walau PSG tengah dalam tampilan puncaknya, termasuk juga kemenangan 8-0 atas Amiens sebelumnya kompetisi Lyon, namun paling tidak mereka bukannya tidak tidak terkalahkan. Berikut enam kekurangan PSG yang terpantau selama ini :

PSG tidak mempunyai penjaga gawang kelas dunia serta tersebut argumen kenapa mereka tengah memonitor keadaan Jan Oblak serta Gianluigi Donarumma. Alphonse Areola cukup layak namun dia bukanlah penjaga gawang yang juga akan buat cemas tim versus. Dia ada di posisi ke-12 dalam daftar penjaga gawang di Ligue 1 yang mempunyai persentase penyelamatan paling baik. Kevin Trapp diambil musim kemarin tetapi kelihatannya tidak memecahkan problem ini.

PSG yaitu tim Ligue 1 yang mempunyai catatan kebobolan terburuk dari bola-bola mati. Mereka mesti melakukan perbaikan ini menghadapi Real Madrid. Sejumlah 10 dari 17 gol yang mereka derita di liga domestik datang dari bola-bola mati. Lima salah satunya datang dari sepakan pojok, dua dari sepakan bebas, dua penalti serta yang lain datang dari sesudah lakukan pelanggaran. Di lini depan mereka juga tidaklah terlalu efisien serta tim terburuk ke-4 di liga dalam soal cetak gol dari bola mati.

Sesaat MNC serupa dengan BBC di Real Madrid serta MSN di Barcelona, ??ada kekurangan keseimbangan. Beberapa pemain depan PSG tidak turut berperan dalam pekerjaan defensif. Hal semacam ini lebih mencemaskan dalam tim seperti PSG yang menyukai menyerang demikian banyak dengan fullback seperti Dani Alves serta Layvin Kuzawa, senantiasa maju jauh ke depan. Faedahnya yaitu kalau mereka begitu beresiko dalam serangan balik serta mereka sejajar dengan Lyon, keduanya sama mempunyai lima gol hasil serangan balik kilat.