Pergi Ke PSG, Buffon : Saya Ingin Buktikan Diri!

Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon mau membuktikan bahwa dirinya masih sangat layak untuk tampil didalam level tertinggi dunia sepakbola. Oleh dikarenakan hal tersebut dia menerima pinangan klub Paris Saint-Germain untuk membuktikan dirinya masih belum merasa letih untuk bermain.

Buffon sendiri meninggalkan klub Juventus yang merupakan klub yang telah diperkuatnya selama 17 tahun tersebut pada saat akhir musim 2017/2018 yang lalu. Penjaga gawang legendaris Italia tersebut kemudian memutuskan untuk pergi ke PSG sebagai tempat berikut yang dia akan perkuat.

Selama bermain di Italia, Buffon sendiri telah memenangkan banyak sekali titel juara. Mulai dari memenangkan titel juara Serie A untuk Juventus, dia juga mempersembahkan titel juara Piala Dunia untuk timnas Italia. Namun hanya titel juara Liga Champions saja yang masih belum mampu dia menangkan.

Buffon sendiri pergi ke kota Paris dalam usianya yang telah menginjak 40 thaun. Tentu saja itu kondisi yang sudah tidak lagi muda untuk seorang pemain sepakbola. Terlebih dia harus bermain di Ligue 1 yang merupakan kompetisi yang cukup kompetitif di Prancis.

Akan tetapi hal tersebutlah yang membuat Buffon mau menguji lagi dirinya. Dia mau membuktikan kalau dirinya masih sangat layak sekali untuk tampil didalam level yang paling atas yang dimana liga yang banyak dihuni oleh para pemain sepakbola muda dan berbakat seperti Neymar dan juga Kylian Mbappe.

“Saya memilih untuk pergi kesini dikarenakan masih bisa memberikan sesuatu yang sangat penting. Saya juga ingin membuktikan kepada diri saya sendiri kalau saya masih bisa menjadi seorang penjaga gawang Saya juga di tahun lalu masih bermain untuk timnas Italia dan saya sudah membuktikan bahwa diri saya masih sanggup untuk bersaing,” kta Buffon kepada salah satu media yang ada di Italia.

“Saya juga mau bermain selama saya sanggup dan masih merasa masih oke serta membuktikan kalau masih menjadi salah satu yang terbaik. Pada saat waktunya sudah tiba nanti, saya pasti akan langsung menyingkir,” lanjutnya.

“Saya sangat suka sekali dengan tantangan, saya juga mau menguji diri saya sendiri. Pada saat sesi latihan pertama tentunya akan sangat sulit dikarenakan akan banyak sekali pemain yang berbicara menggunakan bahasa yang lain, akan tetapi itu tentu tidak akan mengurangi rasa senang yang saya miliki.”

“Saya rasa dalam satu ataupun dua bulan, saya pasti akan bisa menjadi sosok pemain yang jauh lebih tangguh. Saya juga akan memiliki para rekan pemain yang baru dan akan segera terbiasa dengan budaya yang baru. Saya akan menjadi sosok pemain sepakbola yang pastinya akan jauh lebih baik,” tutupnya.

Buffon sendiri memang merupakan salah satu penjaga gawang terbaik yang ada didunia. Semenjak masih memperkuat klub Parma disaat musim 1995/1996 hingga 2000/2001, Buffon mampu untuk membuat 85 clean sheet dalam 220 pertandingan yang dijalaninya. Buffon juga mampu mempersembahkan satu titel juara Coppa Italia, satu titel juara Piala Super Italia dan juga satu titel juara Liga Europa.

Buffon semakin memperlihatkan kualitasnya semenjak bergabung dengan Juventus pada musim 2001/2002 dan langsung menjadi penjaga gawang utama Juve. Bermain sebanyak 656 pertandingan dengan cacatan 311 kali clean sheet serta hanya kebobolan 518 buah gol, Buffon mampu untuk mempersembahkan 11 titel juara Serie A (dua diantaranya dihilangkan karena Juventus kala itu dianggap terlibat dalam pengaturan skor), satu titel juara Serie B, empat titel juara Coppa Italia dan juga lima titel juara Piala Super Italia.