Mengenal Tim Ajax Yang Sudah Menyingkirkan Madrid dan Juventus di Liga Champions

Matthijs De Ligt

 

Ajax Amsterdam sudah tampil mengejutkan di Liga Champions musim ini usai mendepak 2 tim besar, Real Madrid dan Juventus. Siapa saja menjadi pilar andalan De Godenzonen?

Ajax menjalani Liga Champions di musim ini hampir dari tahap paling awal, yakni babak kualifikasi. Klub asal Belanda itu mesti melawan 3 tim di fase ini sebelum lolos dan melangkah ke babak fase grup.

Potensi Ajax sudah terlihat saat menjadi runnerup Grup E tanpa terkalahkan. Bahkan ketika melawan Bayern Munchen, Ajax berhasil menahan seri di dalam 2 pertandingan. Skor 1-1 di Allianz Arena dan 3-3 saat bermain di Johan Cruijff Arena.

Ajax sama sekali tidak diunggulkan saat melawan Madrid pada babak 16 besar. Apalagi sempat takluk 1-2 di kandang di leg I. Akan tetapi Ajax mampu bangkit dan comeback 4-1 di leg II.

Hal serupa terjadi pada babak perempatfinal. Lagi-lagi tim top dibuat bertekuk lutut oleh tim besutan Erik Ten Hag itu. Ajax menang dengan agregat 3-2 dan menyingkirkan Juventus dari Liga Champions.

Permainan atraktif dan agresif dengan tekanan tinggi ditunjukkan secara konsisten oleh Ajax. Menurut Whoscored, Ajax merupakan tim paling agresif di Liga Champions.

 Siapa saja andalan Ajax? Berapa banyak pemain akademi yang lolos dan jadi andalan di tim utama mereka? Agenliga mencoba merangkumnya.

Andre Onana, 23 tahun (Kiper)
Pemain lulusan akademi La Masia ini dipercaya sebagai penjaga gawang utama di musim ini. Onana sudah bermain sebanyak 132 kali bersama Ajax dan mencatatkan 56 clean sheet. Sebuah pencapaian bagus buat pemain berusia 23 tahun itu.

Joel Veltman, 27 tahun (Bek Kanan)
salah satu pemain lulusan dari akademi Ajax yang konsisten menempati posisi bek kanan. Veltman sudah menjadi pilihan utama semenjak musim 2013/2014 dan saat ini juga sering dipercaya sebagai bek kanan tim nasional Belanda.

Matthijs De Ligt, 19 tahun (Bek Tengah)
Salah satu pemain paling menonjol di Eropa yang terus menjadi bahan perbincangan. Dipercaya menjadi kapten di usia yang amat belia, De Ligt membuktikan kematangannya. Tidak cuma hebat di dalam bertahan, namun dia mampu menentukan kemenangan Ajax ketika melawan Juventus. Namun De Ligt berpotensi pergi dari Ajax pada akhir musim ini karena banyaknya klub besar yang meminatinya.

Daley Blind, 29 taun (Bek Tengah/Bek Kiri)
Pemain yang sempat terdepak dari Manchester United, akan tetapi langsung menjadi andalan saat kembali ke Ajax di musim ini. Blind membuktikan masih mempunyai kualitas dan pantas bermain di level tertinggi dengan kemampuan bermain di beberapa posisi berbeda.

Noussair Mazraoui, 21 tahun (Bek Kiri)
Pemain yang baru menjalani musim pertamanya di tim utama sesudah menghabiskan masa muda bersama dengan akademi Ajax. Mazraoui dikenal sebagai bek sayap yang agresif, yang terlihat dari jumlah golnya yang mencapai 12 ketika bermain di Jong Ajax selama 2 tahun. Akan tetapi Mazraoui masih sering dirotasi dengan Nicolas Tagliafico.

Lasse Schone, 32 tahun (Gelandang)
Salah satu pemain paling senior di tim Ajax. Walaupun demikian, kemampuan Schone sebagai gelandang bertahan sudah tidak diragukan. Schone juga mempunyai spesialis bola mati di Ajax dan memiliki keahlian melalui tembakan-tembakan jarak jauh.

Frenkie De Jong, 21 tahun (Gelandang)
Sama seperti De Ligt, De Jong juga dinilai sebagai salah satu pemain muda berbakat di Eropa. De Jong merupakan otak permainan Ajax karena mempunyai kemampuan mengatur tempo sekaligus mengalirkan bola. De Jong sedang menjalani musim terakhirnya bersama Ajax karena akan bergabung bersama Barcelona pada musim depan.

Donny Van De Beek, 21 tahun (Gelandang)
Kembali pemain lulusan Jong Ajax berhasil menjadi pilar di tim utama. Van De Beek mungkin tidak setenar De Ligt atau De Jong, akan tetapi dia sudah menjadi langganan starter di lini tengah Ajax sejak musim lalu. Kontribusi Van De Beek terhadap daya serang Ajax amat tinggi dengan sudah mencetak 14 gol dan 11 assists di semua kompetisi.

David Neres, 22 tahun (Sayap)
Pemain kelahiran Sao Paulo yang sudah menjadi winger utama Ajax sejak musim lalu. Keterampilan dan kecepatannya tidak diragukan lagi. Bahkan Neres sudah mencetak 29 gol dan 32 assists bersama Ajax di dalam 2 musim ini.

Dusan Tadic, 30 tahun (Gelandang Serang/Penyerang)
Tadic mendapatkan penampilan terbaiknya bersama Ajax. Tadic mendapatkan peran baru sebagai false nine yang ternyata berhasil memaksimalkan potensinya. Tadic lebih mencolok daripada saat memperkuat Southampton. Tidak tanggung-tanggung pada musim pertamanya bersama Ajax, Tadic sudah membukukan 32 gol dan 20 assists di semua kompetisi.

Hakim Ziyech, 26 tahun (Sayap)
Potensi Ziyech telah terlihat semenjak dia bermain di SC Heerenveen dan kemudian FC Twente. Tapi bersama Ajax, Ziyech sudah matang dan berada dalam penampilan terbaiknya. Ziyech sudah mencetak 19 gol dan 20 assists di sepanjang musim ini.

Nicolas Tagliafico, 26 tahun (Bek Kiri)
Bek kiri utama Ajax yang tidak bermain di leg II melawan Juventus karena akumulasi kartu. Tagliafico baru menjalani karir di Eropa, akan tetapi mampu beradaptasi dengan cepat sejak bergabung bersama Ajax pada musim lalu. Baru di musim ini Tagliafico mendapatkan kepercayaan sebagai starter.