Maurizio Sarri pelatih pilihan pertama Juventus

Maurizio Sarri

Sejumlah pelatih pernah dikaitkan dengan Juventus sebelum menetapkan Maurizio Sarri. Namun, Sarri rupanya menjadi kandidat utama pelatih baru Juventus. Juve mulai berburu pelatih setelah Massimiliano Allegri memutuskan untuk hengkang di akhir 2018/19. Gosip yang beredar ketika itu menyebut setidaknya sejumlah pelatih yang dibidik.

Mereka adalah Jose Mourinho (lowong), Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur), Antonio Conte (lowong), Didier Deschamps (timnas Prancis), Josep Guardiola (Manchester City), Simone Inzaghi (Lazio), dan Sarri. Pada prosesnya, nama yang terakhir disebutlah yang dipilih Juventus. Bianconeri mesti mengeluarkan biaya kompensasi yang berkisar 5-11 juta pound sterling untuk membebaskan Sarri dari sisa dua tahun kontraknya di Chelsea.

“Dia sepenuhnya pilihan pertama. Saya tidak tahu apa yang kami katakan untuk meyakinkan dia, mungkin dia cuma merasa sangat diinginkan,” ucap direktur Juventus Fabio Paratici. “Gaya sepakbola bukan alasan utama untuk perubahan. Kami memilih Maurizio karena kami merasa dia adalah pelatih terbaik bagi Juventus untuk sekarang ini, seperti Allegri pada lima tahun lalu dan Conte tiga tahun sebelumnya,” sambung dia.

“Mereka semua adalah pelatih-pelatih yang berbeda dengan karakteristik yang berbeda. Sarri memperlihatkan dia bisa memenangi Premier League dan kompetisi internasional. Jadi dia adalah orang yang tepat untuk pekerjaan ini.” Dipinjamkan pada musim lalu, Gonzalo Higuain disebut-sebut tak punya masa depan lagi di Juventus. Namun kedatangan Maurizio Sarri bisa mengubah nasib Higuain.

Sarri, yang belum lama ini ditunjuk sebagai pelatih Juventus, memberi indikasi akan mempertahankan Higuain. “Saya belum bicara dengan Gonzalo sejak setelah pesta final Liga Europa. Saya harus menata pikiran saya ke Juve dan klub ini,” ujar Sarri dalam konferensi pers. “Dia adalah pemain Juventus, jadi ketika dia kembali dari liburan, kami akan punya kesempatan untuk bicara,” lanjut Sarri.

“Gonzalo punya karakter yang memudahkannya bermain dengan siapa saja. Saya bilang ini tergantung Gonzalo karena saya merasa dia tidak menikmati pengalaman setelah Juventus dan sedikit goyah setelah musim itu. Hal-hal seperti ini terjadi. Kalau dia bisa memberi reaksi yang kuat, dia bisa bermain 3-4 tahun lagi di level tinggi,” katanya menambahkan.