Matic Mengungkap Rahasia Mourinho Bisa Menjadi Manajer Spesial

Nemanja Matic

Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, mengungkapkan rahasia Jose Mouriho bisa menjadi seorang manajer special. Rasa lapar akan kemenangan disebut menjadi kuncinya.

Manajer asal Portugal itu kini sedang menjadi sorotan. Mourinho terancam gagal membawa MU meraih trofi di musim ini. Satu-satunya ajang yang mampu menjadi penyelamat musim The Red Devils adalah Piala FA. MU sudah sampai di babak semifinal.

MU akan menghadapi Tottenham Hotspur di dalam laga yang akan dimainkan di Wembley pada bulan April mendatang.

Matic adalah salah satu pemain yang sudah lama bekerja sama dengan Mourinho. Sebelum hengkang ke Old Trafford di musim panas lalu, Matic dan Mourinho pernah bahu-membahu memperkuat Chelsea.

“Jose Mourinho adalah seorang manajer yang special karena dia selalu ingin meraih kemenangan. Anda dapat melihat jika kami kalah maka dia tidak bisa menerima hal itu. Mungkin karena itulah dia sudah memenangkan lebih dari 20 trofi di dalam hidupnya” ucap Matic.

“Sangat sulit bekerja sama dengannya karena dia selalu menginginkan lebih dan lebih lagi. Bahkan ketika Anda memenangkan liga, dia mau memenangkannya lagi musim depan” lanjut gelandang berusia 29 tahun itu.

“Dia seperti ini dan pemain mesti siap untuk hal itu. Di level tinggi seperti ini, di Manchester United dan dimana saya biasa temui di Chelsea, para pemain mesti bersiap untuk hal itu karena tekanannya sangat tinggi” sambung Matic.

“Saya sangat suka ketika manajer selalu ingin lebih baik dan lebih baik lagi. Jadi Anda mesti terus meningkatkan kemampuan dan melakukan yang terbaik di atas lapangan. Saya suka bekerja seperti ini dan hubungan yang seperti ini. Saya sangat senang” tutup gelandang kelahiran Sabac, 1 Agustus 1988 itu.

Mourinho sejauh ini telah memenangkan 25 trofi bersama klub-klub yang ditanganinya. Bersama dengan MU di musim lalu, manajer berusia 55 tahun itu memenangkan 3 gelar, Community Shield, Piala Liga Inggris dan Liga Europa.

Kesuksesan terbesar Mourinho sebagai pelatih didapatkan saat meraih treble bersama Inter Milan di musim 2009/2010.