MANCHESTER CITY CATAT REKOR PENDAPATAN , TEMBUS RP 9,7 TRILIUN

Manchester City

Manchester City tak cuma berprestasi di atas lapangan pada musim 2017/2018. The Citizens juga mencatat pendapatan tinggi menembus 500 juta pound sterling.

City melewati musim yang sensasional di Liga Inggris 2017/2018. Mereka menjadi juara dengan memecahkan sejumlah rekor.

Keberhasilan tersebut juga diikuti kesuksesan finansial. City mencatatkan pendapatan 500,5 juta pound sterling (Rp9,7 triliun) di sepanjang 2017/2018, atau 44% lebih besar dibandingkan lima tahun lalu. 

Selain itu, City juga mencatat keuntungan dalam empat musim terakhir secara beruntun. Pada 2017/2018, City meraih keuntungan 10,4 juta pound (Rp201 miliar).

City jadi tim Inggris kedua setelah Manchester United yang mencatatkan pendapatan mencapai 500 juta pound. KIub Eropa lain yang mencatatkan pendapatan menembus 500 juta pound pada musim lalu adalah Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munich.

“Musim 2017/2018 akan tercatat dalam sejarah karena sepakbola luar biasa yang kita semua saksikan,” ujar bos City Khaldoon Al Mubarak seperti dilansir Mirror.

“Kami sungguh bangga dengan kerja keras Pep Guardiola, para pemain, dan staf yang bekerja tak kenal lelah untuk mendukung mereka.”

“Target kami jelas melanjutkan prestasi tahun lalu. Kami akan selalu berusaha keras untuk lebih baik. Perjalanan kami belum komplet dan kami masih punya target lagi,” lanjutnya.

Berita lain, Pep Guardiola tak ingin kehilangan Raheem Sterling. Oleh karenya, dia meminta klub segera memberi Sterling kontrak baru.

Sterling memang jadi pemain kesayangan Guardiola sejak datang ke Manchester City dua musim lalu. Saat menjuarai Premier League musim kemarin, Sterling memegang peranan penting.

Bagaimana pun juga sudah berhasil membikin 23 gol dari 46 penampilan sekaligus di seluruh kompetisi pada saat ini, dan musim yang terbaik sepanjang dalam kariernya, hal ini juga tidak lepas dari perubahan peran yang telah di lakoni semasa kepelatihan dari Guardiola.

Apalagi Guardiola secara khusus kerap membimbing Sterling dalam masa perkembangannya hingga saat ini. Maka wajar jika Guardiola tak ingin kehilangan pemain 24 tahun tersebut.