Laporan tiket Final AFF: Jangan beli!

AFF Cup

‘Tiket latihan’ menjual kembali tiket AFF Suzuki 2018 pada babak pertama dengan harga yang tidak masuk akal selama ada permintaan. Sekretaris Jenderal Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) Stuart Ramalingam mengatakan tidak ada yang dapat mencegah ulat tiket dari mengambil keuntungan dari mereka yang putus asa ingin mendapatkan tiket selama ada pihak yang bersedia membayar mereka.

“Setiap kali ada permintaan, akan ada ‘pengusaha kreatif’ yang akan mencoba untung. Semakin dekat permainan, semakin mahal harganya (pencetak tiket).

“Agar kita memiliki sistem pembelian tiket yang lebih baik, satu-satunya cara untuk menghentikan tiket adalah berhenti membeli dari mereka,” katanya ketika dihubungi oleh mStar Online pada hari Minggu. Stuart menambahkan bahwa tindakan itu juga tidak dapat dihindari karena kesepakatan itu dibuat online dan nilai yang disepakati bersama antara penjual dan pembeli.

Namun, ia mengatakan, selain pencetak tiket, ada sesuatu yang lebih penting yang harus dikatakan untuk mendukung tim negara di leg pertama pertandingan melawan Vietnam Selasa ini. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq Abdul Rahman pada Kamis memperingatkan para pendukung skuad Harimau Malaysia untuk mendapatkan tiket terakhir di jalur yang benar.

“Inga. KBS (Kementerian Pemuda dan Olahraga) tidak akan pernah berkompromi dengan pencetak tiket, perokok di stadion dan mereka yang membuang sampah,” katanya ketika dikutip dari laporan oleh Sinar Harian.

Pelayanannya juga mengingatkan semua pendukung untuk mengambil tindakan disipliner di seluruh stadion.

Dalam berita lain Ketua Malaysia Football League (MFL) Tunku Ismail Sultan Ibrahim menyatakan kekecewaan atas situasi penjualan tiket Piala AFF Suzuki pada hari Minggu.

“Saya kecewa dengan apa yang terjadi pada penjualan tiket final Piala AFF Suzuki. Saya berharap para pendukung dapat memberikan ide tentang solusi untuk penjualan tiket dan berharap FAM juga akan menemukan solusi. Ini tidak dapat dilanjutkan,” kata Tunku Ismail dalam status di Twitter pada hari Senin.

Tambahkan Tunku Ismail, dia akan berusaha sebaik mungkin untuk menemukan solusi sehingga masalah tidak akan terulang di masa depan karena pendukung adalah jantung dari sepakbola.