Laga Penutupan Tahun Yang Bagus Untuk MU

Paul Pogba

2018 bukan sebuah periode yang sangat mudah bagi Manchester United. Namun setidaknya mereka sudah menutup tahun ini dengan sangat indah yang dimana mereka sudah memenangkan tiga pertandingan secara beruntun dengan skor yang terpaut jauh.

Tiadk ada satpun titel juara yang berhasil dimenangkan oleh Setan Merah pada tahun 2018 ini. Satu-satunya pertandingan final yang berhasil mereka jalani adalah dalam kompetisi Piala FA yang dimana itu berakhir dengan kekalahan MU dari Chelsea yang harus mereka jalani.

Jangankan memenangkan trofi juara, namun MU juga tampil dengan konsisten saja harus sangat kesulitan sekali. Kondisi tersebut semakin buruk setelah muncul sejumlah masalah di internal klub. Termasuk dengan buruknya hubungan diantara Jose Mourinho dan juga Ed Woodward dan perpecahan yang terjadi diantara Mourinho dan pemain bintangnya, PAul Pogba.

Akan tetapi dipenghujung tahun 2018 situasi tersebut sudah berbeda di Old Trafford. Ole Gunnar Solskjaer tidak hanya mendatangkan angin segar yang baru saja, yang terpenting lagi dia sudah membawa MU memenangkan tiga pertandingan pertamanya bersama dengan klub tersebut.

Tiga pertandingan yang dijalani oleh MU bersama dengan sanga manajer interim mereka tersebut berakhir dengan kemenangan yang sangat meyakinkan. Setelah mempercundangi Cardiff dengan skor telak 5-1, mereka kemudian mengalahkan Huddersfield dengan skor meyakinakn 3-1 sebelum berpesta gol lagi saat menghadapi Bournemouth didalam beberapa jam yang lalu.

“Kami sangatlah membutuhkan kemenangan tersebut dan kami juga mau memperlihatkan performa yang sangat bagus. Kami juga sudah kembali lagi dan juga jalan dalam kompetisi Premier League masih sangat panjang. Namun untuk menuntaskan tahun yang seperti ini rasanya tentu sangat indah,” ujar Paul Pogba setelah laga tersebut berakhir.

MU mengakhiri tahun dengan menduduki urutan keenam klasemen sementara kompetisi Liga Inggris. Mereka berhasil untuk mengoleksi sebanyak 35 angka dan terpaut sebanyak delapan angka saja dari Chelsea yang merupakan tim penghuni peringkat keempat Premier League yang tidak lain adalah batas zona terakhir Liga Champions.