Ketegangan Rusia Dan Inggris Pengaruhi Southgate

Gareth Southgate

Gareth Southgate mengakui prospek Inggris memboikot Piala Dunia 2018 di Rusia belum terlepas dari tangannya tapi dia putus asa untuk memimpin negaranya di turnamen tersebut karena Keikutsertaan Three Lions dalam ajang tahun ini dipertanyakan di tengah meningkatnya ketegangan politik menyusul percobaan pembunuhan mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury pasalnya Skripal diserang dengan menggunakan agen saraf dan pasangan tersebut tetap sakit kritis di rumah sakit kendati Rusia membantah terlibat dalam insiden tersebut namun perdana menteri Theresa May mengumumkan pada hari Rabu bahwa 23 diplomat Rusia akan dikeluarkan dari Inggris, sementara tidak ada perwakilan dari pemerintah atau keluarga kerajaan yang akan menghadiri Piala Dunia, Sementara gagasan tentang penarikan Inggris dari turnamen tersebut dimotori menyusul ucapan awal sekretaris luar negeri Boris Johnson mengenai masalah tersebut, Asosiasi Sepak Bola telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan pemerintah terkait dengan partisipasi.

“Jelas, ini adalah masalah yang sangat serius dan berkembang dengan sangat cepat,” Southgate mengatakan pada sebuah konferensi pers setelah menamai kuartet yang telah dibuka Nick Pope, James Tarkowski, Alfie Mawson dan Lewis Cook dalam skuadnya untuk menghadapi Belanda dan Italia dalam pertandingan persahabatan di akhir bulan. “Tapi tugas saya sebagai manajer sepakbola Inggris adalah berkonsentrasi pada sepak bola dan mempersiapkan tim, jadi informasi saya adalah kita bersiap untuk pergi ke Piala Dunia dan Tidak ada keraguan dalam pikiran saya, itulah yang seharusnya kita lakukan, dan satu-satunya hal yang pada tahap ini paling penting adalah keamanan dan keamanan pemain dan pendukung perjalanan kita.”

Pada kemungkinan boikot, Southgate menambahkan, “Ini adalah masalah yang benar-benar di luar kendali saya sebab tim manajemen senior di FA dapat melakukan percakapan tersebut, kami sangat ingin pergi ke Piala Dunia dan di situlah tujuan saya berakhir pada pertandingan itu apalagi saya sangat ingin memenangkan Piala Dunia untuk Inggris yang telah beberapa tahun tidak memiliki kehormatan tersebut lagi.”