‘Kekalahan dari PSG Bikin MU Goyah Jelang Hadapi Chelsea’

Ole Gunnar Solskjaer

Manchester United baru saja menelan kekalahan dari Paris Saint-Germain. Hasil buruk itu diyakini membuat The Red Devils goyah saat melawan Chelsea di Piala FA. MU takluk 0-2 saat melawan PSG pada leg I babak 16 besar Liga Champions. Kylian Mbappe dan Presnel Kimpembe menjadi pembobol gawang Setan Merah saat bermain di Old Trafford pada tengah pekan ini.

Lepas dari PSG, MU sudah ditunggu Chelsea untuk menjalani pertandingan babak kelima Piala FA. Duel itu akan berlangsung di Stamford Bridge, Selasa (19/2/2019) dinihari WIB. Eks pemain Arsenal, Paul Merson, menilai bahwa kekalahan MU dari PSG akan membuat Chelsea mempunyai peluang lebih besar untuk memenangi pertandingan.

“United dikembalikan ke bumi oleh Paris Saint-Germain. Itu merupakan laga yang berat,” kata Merson. “Ini merupakan salah satu laga yang saya pikir Chelsea akan memenangi ini. Saya pikir bahwa kekalahan di Liga Champions akan membuat Man United tersingkir.”

“Mereka akan kehilangan Jesse Lingard, dia merupakan pahlawan yang tersamar bagi mereka. Saat dia meninggalkan lapangan, PSG bisa menguasai permainan. Pemain yang menggantikan seperti Alexis Sanchez gagal menggantikan perannya.”

“Itu merupakan pertandingan penting untuk kedua tim. Man United sekarang dalam tekanan setelah kekalahan di leg pertama dari PSG di Liga Champions,” dia menambahkan. Namun Manajer interim MU, Ole Gunnar Solskjaer, mengaku bahwa kekalahan itu tak mempengaruhi anak-anak asuhnya. Dia menuturkan bahwa kultur di Setan Merah mengharuskan semua yang terlibat harus bisa bangkit dan menatap tantangan baru yang ada di depan.

“Anda harus kembali bangkit di klub ini. Anda akan selalu mempunyai tantangan dan laga tandang ke Chelsea merupakan salah satu yang tersulit. Jadi, kita pasitkan saja bahwa latihan beberapa hari ke depan bisa berjalan dengan baik sehingga kami siap untuk hari Senin,” kata Solskjaer.

“Kami tak panik karena kami kalah dalam satu laga –pola pikir kami tak berubah sama sekali. Kami harus tetap bekerja pada cara bermain yang ingin kami praktikan dan cara kami melakukan pendekatan pada pernaidnan akan selalu menyerang, kerangka berpikir yang positif,” dia menambahkan.