Kebanyakan Pemain Kafa Tetap Besar

Ramjani Ilias Khan

Asosiasi Sepak Bola Kelantan (Kafa) mempertahankan sebagian besar pemain Kelantan musim ini untuk menghadapi Liga Malaysia musim depan.

Presidennya Bibi Ramjani Ilias Khan (pic) mengatakan bahwa pemain yang bertahan adalah kiper Khairul Fahmi Che Mat dan Mohamad Ramadhan Ab Hamid, lima pemain tengah Mohd Rozaimi Azwar, Faizol Nazlin Sayuti, Mohd Syafiq Abd Rahman, Muhamad Fadhilah Mohd Pauzi dan Muhammad Amir Zikri Pauzi.

Juara bertahan Mohd Nasharizam Abdul Rashid, Mohamad Azwan Mohd Aripin, Faris Shah Rosli dan Mohd Farisham Ismail membela Fakhrul Zaman Wan Abdullah Zawawi.

“Kami juga telah kembali memasuki bek musim ini yang dipinjamkan ke tim Negeri Sembilan, Nik Mohd Shahrul Azim Abdul Halim untuk memperkuat tim,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.

Bibi Ramjani mengatakan KAFA juga mempertahankan empat gelandang Piala Presiden Kelantan Muhammad Danial Ashraf Abdullah, Mohd Imran Samso, Nik Akih Nik Mat dan Saiful Alias ??dan seorang striker Azli.

“Hanya satu pemain yang diimpor musim lalu yaitu Morgaro Gomis (gelandang) sementara untuk pelatih saat ini kami sepakat untuk mempertahankan Sathit Benson untuk menangani latihan yang akan dimulai pada 20 November,” katanya.

Dia mengatakan untuk ketiga pemain Kelantan ‘otai’, kepala tim Mohd Badhri Mohd Radzi, gelandang Indra Putra Mahayuddin dan striker Mohd Nor Farhan Muhammad, sedang dalam proses negosiasi dengan pemain tersebut.

“Kami juga meminta tim pembinaan tim untuk mengevaluasi pemain lokal dari luar Kelantan yang berniat bergabung dengan tim Kelantan serta untuk mengevaluasi pemain impor,” katanya.

Dari segi sponsor tim musim depan, dia mengaku masih berdiskusi dengan sponsor yang ingin melakukan sponsorship.

Pada berita lain, Asosiasi Sepak Bola Perlis (PFA) berencana untuk menghidupkan kembali liga sepak bola negara bagian awal tahun depan dalam upaya untuk menemukan bakat baru.

Presiden yang baru diangkat, Ir Shaharuddin Ismail, mengatakan bahwa liga tersebut, yang telah dihentikan sekitar 30 tahun yang lalu, ditujukan untuk memberi kaum muda kesempatan di tingkat akar rumput untuk menunjukkan bakat mereka agar disorot.

“Liga terbuka untuk semua tim apakah atau tidak, termasuk departemen pemerintah dan agensi,” katanya kepada Bernama, Sabtu.