Jordan Pickford Tak Perdulikan Kritikan Courtois

Jordan Pickford

Penjaga gawang timnas Inggris, Jordan Picford menanggapi kritikan yang dari penjaga gawang timnas Belgia, Thibaut Courtois. Pickford sendiri mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak terpengaruh komentar yang dilontarkan oleh penjaga gawang yang memperkuat klub Chelsea tersebut.

Sebelumnya timnas Inggris ditaklukan oleh Belgia dengan skor tipis 0-1 didalam pertandingan terakhir Grup G kompetisi Piala Dunia 2018 yang kemudian membuat Courtois melontarkan komentar yang ditujukan kepada Pickford. Didalam pertandingan tersebut, Pickford memang gagal untuk mengantisipasi tembakan Andan Januzaj.

Courtois lantas mengatakan bahwa jika dirinya berada pada posisi Pickford, dia mungkin akan bisa menahan tembakan Januzaj pada saat itu. Komentar yang dikatakan oleh Courtois tersebut dianggap telah menghina tinggi badan yang dimiliki oleh Pickford. Sebagai sebuah informasi, Courtois memiliki tinggi badan 1,99 meter, sedangkan Pickford hanya punya 1,85 meter.

Mengenai komentar tersebut, Pickford mengaku bahwa dirinya tidak mau ambil pusing. Penjaga gawang yang masih berusia 24 tahun tersebut juga merasa bahwa kualitas yang dimilikinya tidaklah jauh berbeda jika dibandingkan dengan Courtois.

“Saya sama sekali tidak akan membiarkan hal tersebut mempengaruhi saya. Ini merupakan sebuah permainan didalam sepakbola. Saya tidak akan membiarkan hal tersebut (kritikan) dapat mempengaruhi saya. Saya hanyalah orang yang normal. Ini hanyalah sepakbola,” ujar Pickford.

“Banyak sekali orang yang berpikir kalau saya masih sangat muda, akan tetapi ini merupakan musim saya bermain di Premier League dan juga saya merasa kalau saya tidaklah terlalu jauh dari para pemain yang seperti mereka (ditujukan kepada Courtois).

“Saya telah memainkan banyak sekali pertandingan di kompetisi-kompetisi yang jauh lebih rendah dan saa berpikir kalau Premier League ataupun ini (di timnas Inggris) tidaklah jauh berbeda. Didalam beberapa hal, pertandingan non-liga serta di League two merupakan kompetisi yang mempunyai tantangan yang jauh lebih berat,” tutupnya.

Dari usia, memang Courtois jauh lebih berpengalaman daripada Pickford. Courtois sendiri tercatat telah memperkuat sebanyak tiga klub. Ketiga klub tersebut juga merupakan klub-klub yang ada di kasta tertinggi di masing-masing negaranya. Para klub tersebut tidak lain adalah KRC Genk, Atletico Madrid dan juga Chelsea.

Bermain untuk Genk selama tiga musim dengan cacatan 45 kali tampil dan membuat 14 kali clean sheet, Courtois mampu untuk mempersembahkan satu titel juara Belgian Pro League. Sementara saat memperkuat Atletico Madrid, Courtois juga mampu mempersembahkan sebanyak satu titel juara La Liga, satu titel juara Copa del Rey, satu titel juara Liga Eropa, satu juara Piala Super Eropa dan membawa klubnya tersebut menjadi runner-up dalam kompetisi Liga Champions di musim 2013/2014 yang lalu.

Performa Courtois juga semakin membaik setelah bergabung bersama dengan Chelsea. Sebanyak 154 pertandingan yang dimainkannya, Courtois hanya kebobolan 152 gol dan membuat 58 kali clean sheet. Dia juga turut membantu The Blues Menjuarai Premier League dua kali, satu titel juara Piala FA dan juga Piala Liga Inggris satu kali.

Sementara Pickford. Meski kariernya usianya masih sangat muda, akan tetapi dia tercatat sudah memperkuat sembilan tim yang beda yang dimana tujuh diantaranya sebagai pemain pinjaman. Pickford pertama kali dipinjamkan kepada klub Darlington FC yang setelahnya secara beruturan dipinjamkan lagi kepada Alfreton, Burton Albion, Carlisle United, Bradford City dan Preston NE sebelum akhirnya dilepaskan kepada Everton secara permanen dengan harga sebesar 28.5 juta euro.