Ederson pun Siap Dimainkan sebagai Gelandang

Ederson Santana de Moraes

Ederson dikenal sebagai kiper yang handal memainkan bola dengan kakinya. Kepiawain memainkan bola ini di dapat Ederson lantaran sering bermain sebagai gelandang di masa mudanya.

Di musim panas 2017 lalu, Pep Guardiola mendatangkan Ederson dari Benfica dengan nilai transfer yang memecahkan rekor dunia. Penjaga gawang asal Brazil itu di boyong dengan nilai 35 juta poundsterling. Harga semahal ini karena Ederson memperlihatkan penampilan yang impresif selama memperkuat tim Portugal itu.

Padahal City sebelumnya sudah punya Claudio Bravo yang digaet dari Barcelona di awal kedatangan Guardiola. Kiper timnas Chile ini juga di rekrut dengan harga yang cukup mahal tetapi memperlihatkan performa yang angin angina. Sejauh ini keputusan Guardiola mendatangkan Ederson di nilai sudah tepat karena dia mampu memenuhi ekspetasi yang di bebankan kepada dirinya.

Salah satu alasan mengapa City bisa dominan di Premier League dengan keunggulan 13 poin di puncak klasemen adalah berkat performa gemilang Ederson di bawah mistar gawang. Kepiawaiannya menggagalkan tembakan lawan membuat kiper berusia 24 tahun itu cuma kebobolan sebanyak 15 gol saja di seluruh kompetisi. 12 di Premier League dan 3 gol di Liga Champions.

Selain itu Ederson juga punya 11 clean sheets, 83 persen rasio penyelamatan sukses serta minimal membuat tiga penyelamatan per laga. Statistik ini jelas membuat Ederson puas dengan penampilannya. Dia bahkan mengaku siap untuk di mainkan sebagai gelandang jika sewaktu waktu Pep Guardiola memintanya.

“Ketika saya masih di tim muda Benfica, mereka selalu meminta saya bermain sebagai gelandang jika ada yang absen dan saya tidak pernah tampil buruk,” ujar Ederson kepada FourFourTwo.

“Jadi, jika City mengalami situasi serupa atau kekurangan pemain di lini tengah, maka saya siap untuk melakukannya lagi. Memang tidak akan mudah melakukan hal itu di Premier League, tetapi saya yakin bisa mengatasi tantangan itu.” Sambung kiper timnas Brazil itu member komentar.

“Memang banyak pemain bintang di tim ini yang lebih bagus daripada saya. Saya sendiri nyaman memainkan bola di kaki dan ini membantu saya selama pertandingan. Saya rasa itu bakat alamiah saya.”