Chelsea Kalah Karena Jorginho Dimatikan Tottenham

Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur berhasil menaklukan Chelsea. Keberhasilan tersebut dikarenakan mereka mampu untuk mematikan pergerakan Jorginho yang menjadi kunci kemenangan utama The Lilywhites dalam laga tersebut.

Rekor tidak terkalahan yang dimiliki oleh Chelsea didalam musim ini pada akhirnya harus terhenti setelah ditaklukan oleh Spurs dengan skor 1-3 didalam laga yang dilangsungkan di Wembley di hari Minggu tanggal 25 November 2018 dini hari WIB tadi. Hasil tersebut juga membawa Spurs menggeser peringkat The Blues pada tangga klasemen sementara Premier League.

Tiga gol dari sisi Tottenham itu diciptakan oleh Dele Alli disaat menit ke 8, Harry Kane disaat menit ke 16 dan juga Son Heung-Min disaat menit ke 54. Sementara Chelsea hanya mampu membalas satu gol saja melalui Olivier Giroud disaat menit ke 85.

Salah satu kunci dari kemenangan The Spurs tidak lain adalah mereka berhasil menjinakan Jorginho. Pemain asal Italia tersebut memang memiliki peran penting pada lini tegah The Blues semenjak didatangkan dari klub Napoli disaat musim panas yang lalu.

Bersama dengan Maurizio Sarri, Jorginho memiliki tugas untuk mengliri bola dari lini pertahanan ke lini serangan. Tugas itu diembannya dengan sangat baik yang dimana permaianan umpan pendek yang cepat ala Sarri memang berpusat kepadanya dan sangatlah atraktif serta sangat sulit untuk dihentikan.

Akan tetapi magi Jorginho tampak hilang didalam pertandingan itu. Keberanian Pochettino untuk memakai formasi 4-3-1-2 membuat lini pertahanan Chelsea kesulitan memberikan umpan kepada Jorginho yang selalu dijaga dengan ketat. Kondisi itu membuat mereka harus melepaskan umpan panjang langsung ke arah pertahanan Spurs.

“Sudah sangat jelas sekali kalau mengoptimalkan Jorginho seperti biasanya setelah pertandingan berjalan lima menit,” ujar Sarri.

“Kami berhasil mendapatkan bola dari lini pertahanan menuju lini tengah dan setelah itu langsung mengirimkannya kearah posisi bek sayap lawan. Namun i9tu adalah satu-satunya cara untuk memainkan bola pada satu ataupun dua detik,” lanjutnya.

“Kami sangat terkejut karena biasanya mereka selalu memainkan strategi 4-2-3-1 ataupun 4-3-3, namun sekarang ini mereka memainkan formasi 4-3-1-2.”