Cech Jadi Pahlawan Kemenangan Arsenal Di Community Shield

arsenal

Kiper utama Arsenal, Petr Cech sukse menjadi pahlawan dalam keberhasilan The Gunners mendapatkan titel Community Shield pada tahun ini. Bekas penjaga gawang Chelsea tersebut mengalau dua buah tendangan penalty yang dieksekusi oleh para pemain besutan Antonio Conte. Sedangkan Thibaut Courtois yang merupakan goalkeeper dari tim lawan gagal menghadang satu buah tendangan penalty pun yang dialgojoin oleh anak asuh Arsene Wenger.

Wenger bisa sedikit tersenyum lepas karena sebelum memasuki sengitnya kompetisi di Premier League, ia berhasil mengandaskan Chelsea untuk mendapatkan titel di ajang pertamanya. Namun, gelar ini bisa memberikan bukti bahwa Arsenal sudah lebih tangguh daripada musim sebelumnya. Bahkan, ini merupakan kedua kalinya Meriam London sukses memukul mundur pasukan The Pensioners.

Pertama kalinya Arsenal berhasil menumbangkan Chelsea pada musim lalu di babak final FA Cup. Lalu, pada musim ini kembali melanjutkan tren positifnya dengan mengulangi keberhasilan mereka di kompetisi Community Shield. Dengan adanya pembuktian seperti ini pastinya semua penggemar London Merah tidak akan lagi memberikan komentar miring terhadap pria yang dijuluki dengan sebutan The Professor itu.

Tapi, dalam pertandingan kali ini pun bisa dibilang faktor keberuntungan masih berpihak kepada Arsenal karena mereka sempat tertinggal lebih dulu lewat gol yang dicetak Victor Moses di menit ke-46. Dan baru bisa disamakan oleh The Gunners di menit ke-82 lewat Sead Kolasinac.

Namun, sebelum mampu mengejar ketertinggalan tersebut Chelsea telah bermain dengan 10 orang pemain karena Pedro Rodriguez dikeluarkan oleh hakim pengadil lapangan karena eks pemain depan Barcelona tersebut melakukan pelanggaran keras terhadap Mohamed Elneny.

Untuk itulah, Wenger harus bisa memanfaatkan setiap kesempatan dan keberuntungan agar bisa bersaing dengan para kandidat dalam kompetisi Premier League yang akan dibuka dalam waktu kurang dari satu minggu lagi.

Selain itu, Cech pun harus bisa menjaga performanya seperti dalam pertandingan yang diadakan di Wembley Stadium agar bisa mematahkan setiap tembakan yang diarahkan oleh para pemain lawan saat diturunkan oleh pelatihnya itu.