Betting Judi Online – Claudio Ranieri Dapat Juluki Tinkerman

Claudio Ranieri dijuluki Tinkerman berkat kepiawaiannya untuk bisa melakukan utak-atik ketika mereparasi sebuah tim. Usaha itu sedang ia lakukan di beberapa laga terakhir Inter Milan, meski belum berbuah dangan hasil oke.

Memulai musim dengan buruk di bawah arahan Gian Piero Gasperini, Inter sudah mulai membaik ketika ia digantikan oleh Ranieri. Tetapi belakangan tren buruk datang lagi pada kubu Inter.

Sejak menang atas Lazio pada tanggal 22 Januari yang lalu, Inter belum pernah lagi bisa menang. Delapan laga sudah dilakoni, enam di antaranya di Seri A, dengan hasil yang paling terbaik satu kali seri.

Bukan hanya itu, gol bahkan tak kunjung bisa dibuat oleh para punggawa Nerazzurri di dalam lima pertandingan terakhirnya ini di seluruh kompetisi.

Ranieri sendiri bukannya tidak berusaha untuk bisa memperbaiki keadaan. Nyaris sepanjang bulan Februari yang lalu ia sudah berusaha mengutak-atik susunan tim. Di empat laga terakhir ini, ia bahkan menurunkan formasi yang berbeda-beda.

Ketika kalah dengan skor 0-1 atas Novara pada tanggal 12 Februari yang lalu, Inter memulai pertandingan dengan skema 4-3-2-1. Di babak kedua, formasi berganti menjadi 4-3-1-2 setelah Ricardo Alvarez harus digantikan oleh Giampaolo Pazzini.

Formasi itu tak bertahan sampai peluit pada akhir karena setelah Novara bikin gol pada menit ke 56, enam menit berselang skema berubah lagi menjadi formasi 4-2-4 usai Diego Forlan masuk menggantikan Andrea Poli.

Ketika menjamu Bologna pada tanggal 17 Februari, Ranieri menurunkan formasi yang berbeda lagi. Kali ini Inter bermain dengan formasi 4-2-3-1. Di laga ini Inter harus menelan kekalah dengan skor 0-3.

Selang beberapa hari kemudian, dalam lawatan ke markas Marseille di Liga Champions, formasi yang berubah lagi dengan Ranieri mengadopsi skema 4-3-1-2 meski hasilnya tetap berujung dengan kekalahan–Inter tunduk dnegan skor 0-1.

Akhir pekan yang lalu, ketika kalah dengan skor 0-1 di kandang Napoli, Inter memulai pertandingan dengan formasi 4-4-2. Tetapi Ranieri sepertinya merasa skema itu tak berjalan dan di babak kedua mengubahnya jadi 3-5-2 dengan memasukkan Ivan Cordoba dan Pazzini untuk menggantikan Wesley Sneijder dan Forlan. Ini disebut Betting Judi Online sebagai kali pertama Inter kembali lagi menggunakan tiga bek sejak Gasperini dicopot pada bulan September yang lalu.

Perubahan demi perubahan itu jelas Ranieri lakukan atas sejumlah pertimbangan, seperti misalnya kesiapan dan ketersediaan pemain. Namun, pergantian yang sedemikian yang banyak bukan tak mungkin justru membuat Inter sulit untuk bisa menemukan kestabilan permainan.

Kini Interisti akan menanti bagaimana hasil utak-atik Ranieri si tukang reparasi ketika menjamu Catania nanti di giornata 26 Seri A, Senin (5/3/2012) dinihari WIB.

 

 

 

Post By : Taruhan Bola Online