Aspek Keuangan Pahang Keuangan Alasan Dorong Piala AFC

Mohd Johari Baharum

Keputusan Pahang untuk menolak aksi di Piala Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) tahun depan dilakukan setelah meneliti beberapa wajah para pemain dan finansial.

Ketua Komite Pemuda dan Olahraga Negara Bagian Datuk Mohd Johari Hussain mengatakan bahwa keputusan tersebut dibuat setelah masalah tersebut diajukan kepada pemangku kepentingan di sepak bola Pahang.

“Kami lihat di Majelis Negara Bagian Pahang yang sedang duduk di Wisma Sri Pahang di sini hari ini.

Mohd Johari mengatakan hal ini untuk menjawab pertanyaan tambahan Andasura Rabu (PAS-Beserah) yang ingin mengetahui alasannya untuk bertentangan dengan inisiatif pemerintah negara bagian.

Andasura mengatakan bahwa hal tersebut bertentangan dengan keputusan pemerintah sebelumnya, menurut Mohd Johari, selalu memberi atlet kesempatan untuk berlatih di luar negeri untuk memperbaiki kinerjanya.

Dua hari yang lalu, Asosiasi Sepak Bola Negara Bagian Pahang (PBNP) mengkonfirmasi penolakan tawaran untuk menggantikan Kedah di saingan Piala AFC, setelah Asosiasi Sepak Bola Kedah (KFA) gagal melewati persyaratan perizinan dalam jangka waktu yang ditentukan oleh AFC.

Skuad Tok Gajah mengekspresikan keinginannya untuk berkonsentrasi pada musim 2018 sebagai alasan untuk menolak tawaran tersebut.

Selain itu, Mohd Johari mengatakan bahwa pemerintah negara bagian telah menghabiskan RM346.367 untuk menembak dan RM85.536 untuk olahraga silat mulai Januari sampai 15 Oktober.

“Olahraga menembak dan silat, terutama di Malaysia Games (Sukma) 2018 di Perak. Perencanaan dilakukan bekerjasama dengan Pesaka (Federasi Silat Nasional Malaysia) Pahang dan Tim Penembak Negara Bagian Pahang yang berkontribusi terhadap kemajuan olahraga, terutama olahraga menembak,” katanya.

Mohd Johari mengatakan hal ini untuk menjawab pertanyaan Datuk Dr. Ahmad Shukri Ismail (BN-Pulau Tawar) yang ingin mengetahui rencananya dan bekal pengembangan dua cabang olahraga tersebut, yang ia gambarkan sebagai ‘kekuatan’ Pahang.

Selain itu, Mohd Johari juga mengatakan cabang Pahang National Sports Institute bekerja sama dengan Pahang Sports Council juga menerapkan sebuah program.

Katanya Program ini berisi enam cabang olahraga Pahang, penembakan, panahan, bela diri, olahraga, angkat besi dan bersepeda namun tetap tidak meninggalkan olahraga lain.