Arsenal tumbang 0-3 di markas Leicester

Jamie Vardy

Arsenal kalah lagi untuk tiga laga beruntun. Melawat ke markas Leicester City, The Gunners takluk tiga gol tanpa balas. Arsenal yang butuh kemenangan usai dua kekalahan beruntun dari Crystal Palace dan Wolverhampton sudah kehilangan satu pemain di babak pertama. Aisle Maitland-Niles mendapat dua kartu kuning. Setelah berimbang tanpa gol pada babak pertama, Leicester bisa mengurung habis Arsenal di babak kedua.

Mereka mampu mencetak gol lewat Youri Tielemans pada menit ke-59 dan sepasang gol Jamie Vardy di menit ke-88 dan ke-95. Hasil ini membuat Arsenal tertahan di urutan kelima klasemen dengan 66 poin, selisih 3 poin dari Tottenham Hotspur di urutan ketiga, satu angka dari Chelsea di posisi keempat dan unggul 1 poin atas MU di posisi keenam. Dengan menyisakan dua pekan, persaingan dua tiket tersisa ke Liga Champions akan semakin seru. Leicester ke posisi kedelapan dengan 51 poin.

Manajer Arsenal Unai Emery percaya kartu merah Ainsley Maitland-Niles menyebabkan kekalahan timnya. Menurut dia, Maitland-Niles tak layak diusir dari pemainan. “Saya tidak setuju dengan keputusannya karena bagi saya kuncinya ada di kartu kuning pertama dan sangat jelas bahwa tidak pantas dikartu kuning,” sungut Emery usai pertandingan.

“Tapi kami bermain bersama wasit dan dia memutuskannya dan bagi kami itu bukanlah sebuah keputusan yang bagus. Kartu merahnya mengubah banyak karena kekurangan satu orang pemain karena kami bersiap dengan rencana permainan kami dengan tangguh di dalam bertahan, tapi dengan kartu merah itu rencananya berubah.”

Kekalahan atas Leicester mengulang sebuah torehan buruk Arsenal yang pernah tercipta pada 53 tahun silam. Catatan Opta mengungkapkan bahwa Arsenal menerima tiga kekalahan beruntun dengan kemasukan tiga gol di masing-masing pertandingan untuk pertama kalinya sejak Mei 1966. “Para pemain sudah bekerja keras dan saya bangga dengan mereka,” Ucap Unai Emery.

“Gol pertama mengondisikan hasilnya. Ketika kami lebih baik di atas lapangan dengan kekurangan jumlah pemain, mereka melakukan serangan baik dan menciptakan gol kedua dan menghabisi permainan.”