Arjen Robben Kian Bersinar Di Usia Kepala Tiga

Robben-champions_league

Meski sudah tak muda lagi dan sudah berumur 31 tahun dan termasuk tua untuk seorang pemain sepak bola, sang winger Bayern Munich, Arjen Robben justru sedang panas-panasnya dalam setiap laga. Untuk itu, Robben berterima kasih kepada sang pelatih klub, Pep Guardiola.

Sejak kedatangan Pep di Bayern, memang performa Robben kian tajam saja. Musim lalu dia mencetak 21 gol dari 45 penampilan di seluruh kompetisi bersama klub. Sementara musim ini yang masih menyisakan sepertiga musim, Robben sudah mencetak 19 gol dari 27 laga yang membuatnya menjadi top skorer sementara Bayern Munich di seluruh kompetisi. Melihat rasio golnya saat ini, bukan hal sulit baginya untuk menyamai torehan 23 gol di musim perdananya bersama Bayern yang merupakan tahun paling produktif dalam karirnya.

Tak cuma gol, beberapa rekor juga dibuat oleh pemain timnas Belanda ini ketika dia menjadi pemain yang mencapai 100 kemenangan di Bundesliga dengan jumlah laga paling sedikit. Robben saat ini sudah tampil 126 kali bagi Bayern dengan sisanya berakhir 13 kali imbang dan 13 kali kalah.

Dengan naiknya performa Robben dalam 18 bulan terakhir ini, wajar jika ada sebagian pihak yang heran mengingat pemain berkepala plontos itu sudah berkepala tiga dan tetap di puncak performanya. Menyoal itu, Robben menyebut bahwa Pep memberikan peran yang besar dalam kenaikan performanya.

“Saya merasa bangga bisa bekerja sama dengan banyak pelatih hebat dan jelas Pep adalah salah satunya. Saya sudah berumur 31 tahun tapi dalam 18 bulan terakhir, saya merasa membuat kemajuan yang pesat.”, jelasnya.

“Dia sangat gila soal sepakbola. Saat pertama kali saya berbicara dengannya, dia bilang pada saya bahwa penting untuk saya mulai menikmati permainan saya sendiri. Dia tak ingin saya santai tapi hanya menghargai kesempatan yang ada di depan. Dia bilang nikmatilah sepakbola dan hidupmu. Secara langsung itu membuat saya makin percaya diri.”, jelasnya.

Sementara itu, Robben yang juga pernah membela Chelsea, tidak menjalani karir yang cukup baik disana. Robben menyesali badai cedera sebagai pengganggu utama saat dia membela The Blues. Didatangkan dari PSV Eindhoven pada musim 2004, yang bertepatan dengan datangnya Jose Mourinho. Robben langsung menancapkan diri sebagai winger top di Premier League.

Buktinya dua titel Premier League, dua Piala Liga Inggris dan satu Piala FA jadi persembahannya selama tiga tahun disana. Sayang di musim 2007, Robben harus dijual ke Real Madrid. Selama bermain di Inggris, Robben punya 105 penampilan dan 19 gol di semua kompetisi.

Setelah hengkang dari Chelsea, Robben kemudian merebut 13 trofi bersama dua klub yakni Real Madrid dengan dua trofi dan Bayern Munich dengan sebelas trofi. Meski karirnya di Chelsea tak manis karena isu perselisihan dengan Mourinho. Robben tak menyesal bermain bagi Chelsea, yang dia sesali hanya badai cedera.

“Saya hanya beberapa tahun lebih tua dan mulai berkurang rambutnya, dengarkan, saya rasa saya membuat perkembangan di Chelsea. Tiga tahun disana membuat saya lebih kuat. Saya masih sangat muda ketika itu, baru 20 tahun, dan satu-satunya masalah saya yakni cedera. Saya absen tiga bulan dan saya masih ingat sampai sekarang. Situasinya benar-benar gila. Gelandang Prancis, Olivier Dacourt yang saat ini sedang sial, dia tampil buruk dan menendang saya. Dia mendapatkan kartu merah tapi dia mematahkan kaki saya. Saat itu anda dengan orang bilang anda terbuat dari kaca. Saya marah karena saya merasa melindungi diri saya sendiri. Saya tahu memang ada yang salah dengan badan saya.”, tutup Robben.