Agen Bola – Massimiliano Allegri Merasa Kesal Saat Juventus Harus Menelan Kekalahan.

agen bola

agen bola

agen bola

Dari berita yang dapat agen bola, Massimiliano Allegri pelatih Juventus berusia 47 tahun ini sangat kesal setelah melihat penampilan para pemain tim nya yang berhasil di taklukan oleh Parma. Disebutkan agen bola bahwa Allegri mengatakan bahwa klub Juventus menyikapi pertandingan tersebut dengan tidak siap bahkan meremehkan sang lawan.

Dari hasil yang didapat agen bola Klub Juventus berhasil di taklukan dengan skor tipis 0-1 kala bertandang ke Ennio Tardini, yang di gelar pada hari Minggu (12/4/2015) dinihari WIB. Memang bukan akhir yang mencolok, tetapi hasil tersebut cukup membuat ‘Si Nyonya Besar’ pulang dengan malu yang sangat besar.

Dikarenakan klub Parma ini merupakan tim juru kunci Serie A dan sudah di nyatakan bangkrut. Menurut agen bola tim asuhan Roberto Donadoni  ini sudah sangat banyak di tinggalkan oleh para pemain andalan nya yang dikarenakan masalah gaji yang tidak di bayarkan. Fasilitas dan sarana klub bahkan sebagian besar sudah di sita atau dijual.

Walaupun menurut data agen bola Juventus berhasil unggul dalam penguasaan bola 68%-32%, tetapi para pemain Juventus ini tidak tampil bermain dilevel terbaik. Mereka hanya berhasil mencatatkan tiga tembakan yang tepat mengarah ke sasaran dari hasil 19 kali percobaan. Sedangkan dengan klub Parma tampil dengan efisien dan efektif. 9 hasil tembakan, satu tembakan yang tepat mengarah ke gawang, dan satu buah gol.

“Langsung habis suara saya. Kami tidak sanggup untuk melakukan apa-apa pada saat berada di babak kedua dan kami memang pantas mendapatkan kekalahan ini,”Ucapan Massimiliano Allegri  selesai pertandingan kepada agen bola.

“Saya sangat berharap dengan hasil ini bias memberikan kami guncangan  positif, tetapi seharus nya kami tidak membutuhkan hal tersebut. Pertandingan ini adalah menjadi peluang kesempatan untuk tetap unggul dengan 14 poin dari Roma dan Lazio , tetapi kami tidak memanfaatkan nya dengan sebaik mungkin.”

“Para pemain Parma bermain dengan sangat baik, sementara kami tampil bermian dengan sangat lambat dan mengambil resiko menerima tiga atau empat serangan balik. Kami tidak bisa mengontrol  pertandingan tersebut dengan sepenuh nya. Dikarenakan pada saat berada di babak yang pertama para pemain Parma ini bahkan lebih berbahaya di bandingkan saat di babak yang kedua.” Ucapan penutupan nya