7 Orang Diringkus Polisi Spanyol, Mantan Pemain Madrid Jadi Salah Satunya

Raul Bravo

Ada sebanyak tujuh orang yang dilaporkan sudah ditangkap oleh pihak kepolisian terkait dengan kasus match fixing atau yang diartikan kedalam bahasa Indonesia ‘pengaturan skor’ di negara Spanyol. Salah satu diantaranya tidak lain adalah Raul Bravo yang merupakan mantan pemain klub Real Madrid.

Berdasarkan sebuah laporan dari media di Spanyol, ada sejumlah pemain dalam kompetisi LaLiga dan juga di kompetisi Segunda yang ditangkap terkait dugaan membentuk sebuah jaringan kriminal mengenai pengaturan skor.

Juru bicara pihak kepolisian Spanyol sudah membenarkan penyelidikan terkait dengan kasus itu. Berdasarkan laporan tambahan dari media di Spanyol yang lainnya, ada sebanyak 7 orang yang sudah tertangkap. Lima diantaranya merupakan pemain, sementara dua yang lainnya adalah perwakilan.

Lima pemain tersebut tidak lain adalah mantan pemain klub Real Madrid pada era 2000an, yakni Raul Bravo, Borjan Fernandez(pemain klub Real Valladolid), Samuel Saiz Alonso (Pemain Getafe, penjaman dari klub Leeds United), Carlos Aranda (mantan pemain Villarreal, Osasuna, serta Levante), Inigo Lopez Montana (Pemain Deportivo La Coruna), Agustin Lasaosa (Presiden klub Huesca) serta Juan Carlos Galindo Lanuza (staf bagian medis Huesca).

Yang paling menjadi sorotan adalah Raul Bravo. Pemain yang berposisi sebagai pemain bertahan yang sekarang ini sudah berusia 38 tahun tersebut adalah mantan pemain Madrid yang juga pernah mengantar El Real menjadi juara dalam kompetisi La Liga dua kali dan masing-masing satu Piala Super Spanyol, Liga Champions dan juga Piala Super Eropa.

Berbicara terkait kasus tersebut, ketujuh orang itu diamankan dikarenakan disebut-sebut bergabung kedalam sebuah organisasi kriminal. Kejatan atas organisasi tersebut ialah terkait dengan match fixing, pencucian uang serta korupsi.

Ada juga kasus match fixing yang diusut kabar tentang terjadi pada musim 2016/2017 dan juga pada musim 2017/2018 yang lalu. Sekarang ini kepolisian kabarnya sedang memburu kantor pihak klub Huesca yag sudah terdegradasi kedalam Divisi Segunda disaat akhir musim 2018/2019 dan juga memburu rumah milik Borja Fernandez yang ada di Valladolid.