5 Pemain Top Eropa yang Bermain Kurang Memuaskan Musim Ini

 

Persaingan di liga-liga top Eropa telah berjalan lebih dari 1/2 musim. Beberapa pemain top juga sama-sama unjuk kemampuan bersama dengan timnya.

Perform seorang pemain sepak bola tidak selamanya berkelanjutan. Kadang tampilan mereka di atas lapangan alami penurunan.

Serta pemain kelas dunia sekali juga pernah merasakan periode susah. Hal itu dapat berlangsung sebab fakta yang berlainan.

Ada banyak pemain top pada musim ini yang malah alami permasalahan dengan penampilannya. Perform beberapa pemain itu dapat disebut benar-benar menyedihkan waktu ada di lapangan.

Pada awal musim, beberapa pemain itu tentu saja diinginkan dapat memberi andil yang lebih pada timnya. Tetapi, keinginan itu tidak sesuai harapan serta malah tampil melembek.

Siapapun pemain top itu? Di bawah ini 5 pemain top yang tampil menyedihkan musim ini.

Aaron Ramsey

Juventus datangkan Aaron Ramsey dari Arsenal pada bursa transfer musim panas 2019. Pemain dari Wales itu dijagokan dapat tampil reguler seperti waktu menguatkan Arsenal.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri sering memercayakan Adrien Rabiot untuk temani Miralem Pjanic di posisi tengah. Bersama dengan Juventus Ramsey baru mencatat 21 tampilan dengan mengepak 2 gol serta tanpa ada assist di semua.

Di Serie A, Ramsey baru bermain sekitar 12 laga. Bergabungnya Ramsey tentu saja diinginkan dapat bawa permainan cepat seperti waktu dia bermain Premier League. Tetapi, nyatanya keinginan itu selama ini belum terjadi.

Nicolas Otamendi

Kepergian Vincent Kompany di akhir musim kemarin tersisa lubang di posisi pertahanan Mancester City. Keluarnya Kompany membuat The Citizens mengharap lebih pada pemain senior, Nicolas Otamendi, di posisi belakang.

Tetapi, perform Otamendi malah tidak menggambarkan patut gantikan Kompany. Keadaan itu membuat pelatih Manchester City, Pep Guardiola pilih untuk tempatkan Otamendi di luar urutan aslinya.

Otamendi yang umumnya isi urutan bek tengah dipasang jadi gelandang bertahan temani Fernandinho. Serta, Otamendi kadang tidak masuk line-up yang di turunkan Pep Guardiola.

Dua hal itu tentu saja menunjukkan Otamendi tampil tidak sesuai harapan. Musim ini, telah bermain sekitar 27 laga di semua persaingan.

Antoine Griezmann

Beberapa tahun kemarin Barcelona memiliki trio yang sering membahayakan pertahanan musuh. Ke-3 pemain itu adalah Lionel Messi, Luis Suarez, serta Neymar Jr.

Tetapi, Neymar tinggalkan El Barca untuk masuk dengan Paris Saint-Germain pada 2017. Mulai sejak itu Barcelona belum temukan alternatif yang cocok untuk lengkapi trio bersama dengan Messi serta Suarez.

Walau club yang bertempat di Camp Nou itu telah datangkan pemain seperti Philippe Coutinho serta Ousmane Dembele. Paling baru, Barcelona membawa Antoine Griezmann dari Atletico Madrid pada musim panas kemarin.

Waktu berbaju Atletico Madrid, Griezmann dapat disebut tampil mengagumkan serta sering jadi kompetitor Messi di La Liga. Tetapi, semenjak masuk dengan Barcelona, Griezmann tidak berhasil penuhi keinginan besar publik Camp Nou.

Pemain dari Prancis itu baru mencatat delapan gol serta empat assist dari 23 laga. Griezmann tentu saja diinginkan dapat menolong Messi di Barcelona.

Philippe Coutinho

Philippe Coutinho tampil mengagumkan bersama dengan Liverpool pada medio 2013 sampai 2018. Waktu berbaju The Reds, Coutinho keseluruhan mengepak 54 gol serta 45 assist dari 201 tampilan di beberapa tempat.

Tetapi, semenjak merapat ke Barcelona pada Januari 2018, perform Coutinho malah melembek. Coutinho cuma memberi 21 gol serta 11 assist dari 76 tampilan.

Perform jelek yang diperlihatkan Coutinho membuat manajemen club putuskan melepasnya ke Bayern Munchen dengan status utang. Bukannya dapat kembali temukan perform terbaik, tampilan Coutinho malah hampir sama.

Bersama dengan Die Rotten, pemain dari Brasil itu telah mencatat 27 tampilan serta baru mengepak tujuh gol serta delapan assist. Perform jelek yang diperlihatkan Coutinho dalam beberapa musim paling akhir membuat dihubungkan kembali berbaju Liverpool pada musim panas akan datang.

Nicolas Pepe

Arsenal harus keluarkan 72 juta pounds untuk membawa Nicolas Pepe pada bursa transfer musim panas kemarin.  Bandrol yang dapat disebut lumayan tinggi.

Pada harga yang lumayan mahal, Pepe tentu saja diinginkan dapat memberi andil yang lebih untuk Arsenal musim ini.

Walau demikian, harga itu dapat disebut tidak menggambarkan performnya di lapangan. Tampilan Nicolas Pepe bersama dengan The Gunners masih angin-anginan.

Pada musim ini, Nicolas Pepe baru cetak tiga gol serta tiga assist dari 21 tampilan di Premier League. Statistik yang tidak bagus untuk pemain yang berposisi jadi striker.

Perform jelek Pepe membuat sering dibanding dengan pemain Manchester United, Daniel James. Di panggung Premier League, pemain berumur 22 tahun itu telah mengepak tiga gol serta enam assist.