5 Aksi Blunder Paling Fatal Sepanjang Sejarah Piala Dunia, Sampai Berujung Pembunuhan!

Screenshot_80

Di ajang Piala Dunia, negara bagian Eropa dan Amerika Selatan kerap
memenangkan ajang empat tahunan itu. Hal ini karena materi pemain dari dua
benua tersebut memiliki kualitas yang luar biasa.
Mereka bisa memainkan permainan bola modern yang kuat dan indah sehingga
mampu mengalahkan lawannya dengan baik. Kendati demikian kekuatan tersebut
tak terlepas dari sebuah kesalahan di tengah lapangan.
Beberapa blunder yang dilakukan oleh para pemain tersebut kerap jadi sorotan
publik sepakbola karena jadi kambing hitam kekalahan timnya di Piala Dunia. Lalu
apa saja blunder paling fatal yang pernah terjadi di Piala Dunia? Yuk simak
rangkumannya!
1. Aksi Blunder Rene Higuita
Rene Higuita merupakan sosok penjaga gawang yang terkenal dengan aksi yang
kerap membahayakan timnya. Bagaimana tidak, Rene Higuita mirip seorang katak
yang kerap berkeliaran hingga benteng pertahanan lawan.
Namun kebiasaannya itu membuat petaka untuk timnya, Kolombia. Saat itu
berlangsung pada Piala Dunia 1990 dimana Kolombia berhadapan dengan Kamerun
dan Rene Higuita mencoba menggiring bola ke depan.
Apesnya saat itu striker Kamerun, Roger Milla berhasil merebut bola tersebut dan
melebatkannya menjadi gol kedua bagi Kamerun ke gawang Kolombia. Aksinya itu
membuat Kolombia kalah dengan skor 2-1.
2. Penalti gagal Roberto Baggio
Selanjutnya ada penalti gagal Roberto Baggio yang membuat Timnas Italia gagal
menjuarai Piala Dunia 1994. Sejatinya Roberto Baggio merupakan pemain dengan
talenta luar biasa sehingga Juventus merekrutnya dari Fiorentina sebagai pemain
termahal saat itu.
Roberto Baggio juga berhasil membawa Timnas Italia melaju ke final melawan Brasil
di Piala Dunia 1994. Namun pada laga yang berakhir dengan tos-tosan itu, publik
sepakbola menganggap Roberto Baggio biang kerok kekalahan Italia.
Hal ini karena Roberto Baggio gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti
dimana saat itu ia melepas tembakan yang tak teralihkan.
3. Blunder Moacir Barbosa

Moacir Barbosa merupakan kiper utama Timnas Brasil pada Piala Dunia 1950 yang
berlangsung di Uruguay. Saat itu Tim Samba berhasil melaju ke final berhadapan
dengan Uruguay.
Saat itu, pendukung Timnas Brasil sekitar 200 ribu orang hadir di Stadion Maracana
untuk menyaksikan tim kesayangannya melawan rival terberatnya di Amerika
Selatan.
Namun Moacir Barbosa melakukan aksi blunder yang membuat ratusan ribu
pendukung Brasil menangis di Stadion Maracana.
Sebelumnya Brasil sempat unggul melalui Frisca pada menit ke-45 namun Moacir
Barbosa melakukan kesalahan yang membuat Uruguay berhasil berbalik unggul
dengan skor 2-1.
Alhasil Brasil pun gagal meraih gelar juara Piala Dunia saat itu dan Moacir Barbosa
mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat Brasil.
Bahkan Moacir Barbosa mengungkapkan merasa terpenjara selama 50 tahun. "Di
Brasil, hukuman maksimum penjara adalah 30 tahun, tetapi saya merasa terpenjara
selama 50 tahun," ungkap Moacir Barbosa pada tahun 2000.
4. Ali Bin Nasser sahkan gol tangan tuhan Maradona
Tangan tuhan Maradona menjadi kontroversi Piala Dunia paling fenomenal
sepanjang masa. Dibalik kontroversinya itu, ada sosok Ali Bin Nasser yang menjadi
wasit pada final Piala Dunia 1986 itu.
Saat itu Maradona melakukan aksi mengecoh beberapa pemain sebelum
mendapatkan bola udara dari rekan setimnya, namun pemain bernomor punggung
10 itu berhasil melesakkan gol menggunakan tangannya pada menit ke-51.
Keputusan tersebut mendapatkan protes dari para pemain Timnas Inggris, namun
saat itu keputusan wasit tetap mutlak. Alhasil Timnas Inggris harus menelan
kekalahan dari Argentina dengan skor 2-1.
5. Blunder fatal Andres Escobar berujung pembunuhan
Blunder fenomenal dan paling tragis adalah melibatkan Andres Escobar pada Piala
Dunia 1994 yang berlangsung di Amerika Serikat.
Saat itu Escobar bersama Timnas Kolombia menghadapi tuan rumah Amerika
Serikat di babak penyisihan grup. Saat itu Andres Escobar mencoba menahan umpan
silang dari John Harkes pada menit ke-35 namun apesnya aksinya tersebut berujung
pada gol bunuh diri.
Hal ini membuat Kolombia kalah dari tuan rumah dengan skor 2-1.

10 hari setelah gol bunuh diri tersebut, Escobar ditemukan tewas tertembak oleh
seorang kartel narkoba. Aksi tersebut disinyalir lantaran dendam karena kalah dari
perjudian.